Olahraga

H. Rudi Hartono Bawa Penerapan “Sport Science” ke Kutim, Tinggalkan Latihan Manual Menuju PORPROV VIII Kaltim

234
×

H. Rudi Hartono Bawa Penerapan “Sport Science” ke Kutim, Tinggalkan Latihan Manual Menuju PORPROV VIII Kaltim

Share this article

​SANGATTA – Dalam rangka mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) ke-VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur, H. Rudi Hartono, resmi membuka “Workshop Monitoring Kesiapan Fisik & Performa Atlet”, Selasa (29/9/2026). Bertempat di Gedung KONI Kutim, inisiatif ini menjadi langkah besar Rudi Hartono dalam mengubah pola pembinaan atlet Kutim dari sistem manual menuju sistem berbasis data dan sport science.

​Dalam arahannya, H. Rudi Hartono menekankan pentingnya revolusi sistem pelatihan olahraga di Kutai Timur agar lebih terukur dan modern.

​”Sistem latihan harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Kalau dulu mungkin hanya sekadar berlatih lalu bertanding dengan tolok ukur manual, sekarang kita melakukan terobosan. Kita sudah mendata atlet, dan kini sistem pelatihan kita sudah harus bisa diukur. Lewat workshop ini, kita ingin para pelatih memahami konsep-konsep sport science,” tegas H. Rudi Hartono.

​Dengan penerapan sport science, Rudi menjelaskan bahwa pelatih nantinya dapat mengetahui secara pasti tingkat kesiapan mental, kondisi fisik, hingga pola makan dan pola tidur para atlet. Jika seorang atlet dinilai belum siap bertanding pada hari H, pelatih sudah memiliki landasan data mengenai apa yang harus ditambahkan atau diperbaiki.

​Untuk mewujudkan visi tersebut, H. Rudi Hartono secara khusus mendatangkan pemateri bertaraf internasional, yakni Wahyu, seorang pelatih olahraga profesional yang baru saja kembali dari mendampingi atlet di ajang Asian Games di Jepang.

​”Kami sengaja mendatangkan Mas Wahyu jauh-jauh ke sini karena ilmunya sudah diakui oleh KONI Pusat dan Kemenpora di kancah internasional. Ini bukan kegiatan biasa, pemateri yang kita hadirkan benar-benar profesional yang terbukti mampu membawa atlet ke peringkat internasional,” ungkapnya.

​Guna memastikan ilmu yang disampaikan dapat diserap maksimal, Rudi menginstruksikan agar format workshop tidak dilakukan secara massal, melainkan dibagi ke dalam sesi-sesi kecil per cabang olahraga (Cabor) yang berlangsung hingga Jumat. Dengan kelompok kecil, interaksi antara pelatih lokal dan pakar akan lebih intens, sehingga komunikasi dan pendampingan dapat terus berlanjut meski pemateri telah kembali ke daerah asalnya.

​Secara jangka pendek, Rudi menargetkan penerapan ilmu dari workshop ini dapat membawa kontingen Kutai Timur masuk ke dalam jajaran “Tiga Besar” pada klasemen akhir PORPROV VIII di Paser. Namun, ia memiliki visi yang jauh lebih besar untuk masa depan olahraga daerah tersebut.

​”Ilmu ini bisa diterapkan sepanjang masa. Harapan saya ke depan, Kutai Timur bisa menjadi semacam gudangnya para atlet di Kalimantan Timur karena kita awali dengan mencetak pelatih-pelatih yang baik dan terstandar,” tambahnya.

​Menutup sambutannya sebelum meresmikan pembukaan workshop, H. Rudi Hartono mengimbau seluruh pengurus Cabor untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia meminta para pelatih utusan Cabor hadir sesuai jadwal sesi yang telah ditentukan guna menyerap ilmu yang akan menjadi titik awal kemajuan prestasi olahraga di Kabupaten Kutai Timur.(Kw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *