
SANGATTA – Momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi panggung apresiasi bagi para penggerak pendidikan. Pemerintah Kabupaten memberikan penghargaan kepada perangkat daerah berkinerja tinggi, siswa berprestasi nasional, hingga sekolah berwawasan lingkungan.
Upacara yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Kutim pada Senin (4/5/2026) ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.
”Penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan bukti nyata dedikasi Bapak dan Ibu guru dalam menyalakan pelita ilmu di Kutim. Anda adalah penggerak pendidikan sesungguhnya yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi perubahan karakter generasi emas kita,” ujar Bupati Ardiansyah dalam arahannya.
Ia juga menekankan bahwa inovasi para pendidik adalah fondasi kekuatan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan zaman dan perubahan iklim yang ekstrem.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sukses menyabet peringkat pertama kategori “Sangat Tinggi” dengan skor 52. Capaian ini diikuti oleh:
Sekretariat Daerah (Skor 51)
Kecamatan Sangatta Utara (Skor 51)
Namun, Bupati juga memberikan catatan evaluasi bagi beberapa wilayah. Kecamatan Sangatta Selatan tercatat masih berada di kategori rendah (skor 22). Sementara itu, lima kecamatan lainnya yakni Batu Ampar, Kaubun, Muara Ancalong, Sandaran, dan Telen, tercatat belum melaksanakan penilaian kinerja.
Sektor prestasi akademik dan non-akademik turut mendominasi daftar penerima penghargaan. Di bidang sains dan budaya, nama-nama berikut mencuat sebagai putra-putri terbaik Kutim:
Sains: Tosiko Taskia Putri Choirina (Finalis OSN IPA 2024) dan Vino Adiputra Wicaksono (Finalis OSN Matematika 2025).
Budaya: Aulia Nur Afiah (Juara Baca Puisi Melayu Kutai tingkat Provinsi) dan Lutfiyah Pijar Cemerlang (Juara II Mendongeng tingkat Provinsi).
Di sisi lingkungan dan literasi, SDN 006 Sangatta Utara berhasil meraih predikat bergengsi Adiwiyata Mandiri tingkat nasional. Beberapa sekolah lain seperti SDN 005 Bengalon dan SDK Santo Fransiskus Asisi juga diakui sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Sementara itu, SDN 001 Sangatta Utara meraih penghargaan nasional sebagai pengelola Perpustakaan Taman Pintar ramah anak.
Puncak peringatan Hardiknas dimeriahkan oleh pertunjukan tari kolosal yang melibatkan 128 siswa SMP Negeri 1 Sangatta Utara. Tarian bertajuk “Langkah Generasi Kutai Timur Berilmu Berbudaya untuk Bersaing di Masa Depan” tersebut memukau hadirin.
Pesan yang dibawa sangat mendalam: sebuah filosofi kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk membentuk generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap berpijak pada akar budaya daerah. (Ns)

