
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah memasuki fase persiapan intensif untuk gelaran pariwisata andalannya, “Jelajah Pesona Pulau Miang 2025”. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 20 November 2025 ini didorong untuk tidak hanya menjadi event promosi, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Fokus baru ini terungkap dalam rapat koordinasi yang diadakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim di ruang rapat kantor mereka pada Selasa (11/11/2025) kemarin. Pertemuan ini menyatukan berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Daerah hingga komunitas terkecil di Pulau Miang.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, yang memimpin rapat didampingi Kepala Bidang Pemasaran Yunitha Ronting dan Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata Dian Anggraeni, menegaskan bahwa kolaborasi multi-sektor adalah fondasi utama kesuksesan agenda ini. Targetnya, event ini harus meninggalkan warisan positif yang nyata bagi penduduk pulau.
“Kami menyelenggarakan kegiatan ini bukan sekadar untuk menarik turis. Tujuan utamanya adalah menciptakan dampak ekonomi yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat,” ujar Nurullah.
Ia menekankan bahwa fokus utama Dispar adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal dan memperkuat para pelaku ekonomi kreatif di Pulau Miang. Hal ini penting untuk memastikan bahwa warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penerima manfaat utama dari geliat pariwisata.
“Penting untuk memastikan bahwa keuntungan dari pariwisata dapat dirasakan secara langsung oleh warga Pulau Miang, sekaligus meningkatkan daya saing mereka,” tambahnya.
Komitmen ini terwujud dalam komposisi peserta rapat, di mana partisipasi aktif ditunjukkan oleh para pemangku kepentingan langsung di lapangan. Turut hadir Kepala Desa dan BPD Pulau Miang, serta kelompok penggerak pariwisata seperti Pokdarwis Nusa Bale dan Komunitas Nasib Baik. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi kuat antara birokrasi, otoritas desa, dan aktivis pariwisata di akar rumput.
Semua peserta menunjukkan antusiasme tinggi, membahas strategi promosi yang akan menonjolkan keunikan Pulau Miang: keindahan alam, terumbu karang yang memesona, serta tradisi dan kuliner khas masyarakat pesisir.
“Jelajah Pesona Pulau Miang 2025” diharapkan menjadi panggung besar yang komprehensif. Selain menampilkan panorama laut yang memukau, ajang ini akan memamerkan hasil bumi, kerajinan tangan, dan masakan lokal, menjadikannya festival yang lengkap.
Penyamaan persepsi dan langkah strategis dalam rapat ini menjadi vital untuk menyambut ribuan wisatawan yang diperkirakan akan hadir. Keberhasilan event ini diharapkan tidak hanya melambungkan nama Pulau Miang di kancah nasional, tetapi juga menegaskan model pariwisata Kutim yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan.(Adv/Hms)

