Berita

Peringati Hardiknas dengan Cara Berbeda, Komunitas Pemuda Kutim Datangi Sekolah Alam di Pedalaman

442
×

Peringati Hardiknas dengan Cara Berbeda, Komunitas Pemuda Kutim Datangi Sekolah Alam di Pedalaman

Share this article

KUTAI TIMUR — Umumnya, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati dengan upacara formal yang digelar di pusat-pusat kota. Namun, berbeda halnya dengan yang dilakukan sekelompok pemuda di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun ini. Mereka memilih “jalan lain” dalam merayakan momen penting ini.

Komunitas yang tergabung dalam Rumah Kolaborasi—sebuah wadah kolaboratif bagi berbagai organisasi kepemudaan di Kutim—memilih merayakan Hardiknas dengan mengunjungi Sekolah Alam Dusun Melawan, yang terletak di Desa Pinang Raya, Kecamatan Sangatta Selatan. Lokasinya berada di kawasan terpencil dan dikelilingi Taman Nasional Kutai (TNK), dengan akses yang sulit dijangkau.

Rumah Kolaborasi sendiri merupakan gabungan dari beberapa organisasi pemuda aktif di Kutim, di antaranya Kutim Muda Inovatif (KMI), Forum Kutim Creative (FKC), Kreatif Fashion in Kutim (KRAST), dan The A Team. Bersama-sama, mereka menempuh perjalanan menuju lokasi sekolah yang masih luput dari perhatian luas.

Ketua KMI Kutim, Ikhwan Abbas, mengungkapkan alasan di balik dipilihnya Sekolah Alam Melawan sebagai lokasi peringatan Hardiknas. Menurutnya, kehadiran mereka di sana adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi pendidikan di wilayah terluar Kutim.

“Lokasinya sangat terpencil dan aksesnya sulit. Kami sengaja memilih tempat ini untuk memperingati Hardiknas, supaya pemerintah bisa melihat langsung bahwa masih ada anak-anak Kutim yang menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan pendidikan,” ujar pria yang akrab disapa Ibas, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ibas mengaku terkejut mengetahui bahwa sekolah tersebut memiliki cukup banyak siswa meskipun berada di kawasan konservasi TNK. “Aneh juga sebenarnya, karena berada di dalam kawasan Taman Nasional, tapi ada pemukiman dan sekolah. Ironisnya, anak-anak di sini jarang yang bisa lanjut sekolah ke jenjang SMP, apalagi SMA,” ungkapnya.

Ia berharap, momentum Hardiknas ini dapat menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata dalam menjamin akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak di Kutim, khususnya di wilayah terpencil seperti Dusun Melawan.

Hal senada juga disampaikan Ketua KRAST Kutim, Yusi Nudya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat penting bahwa pendidikan haruslah inklusif dan setara, baik dari segi kesempatan maupun fasilitas.

“Anak-anak di sini punya semangat belajar yang luar biasa, tapi sayangnya tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang layak. Kita berharap ada perhatian serius, agar mereka mendapat kesempatan yang sama dengan anak-anak lain di kota,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, para anggota komunitas menggelar sejumlah kegiatan edukatif, mulai dari permainan interaktif hingga pembelajaran tematik yang dirancang menyenangkan. Anak-anak di Sekolah Alam Dusun Melawan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, komunitas juga membagikan paket sembako dan hadiah sederhana untuk para siswa dan warga sekitar. Aksi ini menjadi simbol bahwa pendidikan tak hanya soal buku dan bangku sekolah, tetapi juga menyangkut empati dan solidaritas sosial.

Dengan langkah kecil namun penuh makna ini, para pemuda Kutim berharap dapat menyalakan kembali semangat dan harapan bagi masa depan pendidikan di daerah-daerah terpinggirkan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *