Berita

Refleksi Maulid Nabi di Sangatta, BKPRMI Kutim Perkuat Barisan Cetak Generasi Muda Islami​

345
×

Refleksi Maulid Nabi di Sangatta, BKPRMI Kutim Perkuat Barisan Cetak Generasi Muda Islami​

Share this article

​SANGATTA — Suasana khidmat mewarnai Masjid As Salam, Jalan Sulawesi, Sangatta, saat DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kutai Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (12/9/2026).

​Acara yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi Pemuda Berkarakter Islami dan Berjiwa Qur’ani” ini difokuskan sebagai sarana memperkuat kembali komitmen pembentukan karakter pemuda lokal agar makin berakhlak mulia serta lekat dengan ajaran Al-Qur’an.

​Hadir memberikan tausiyah, penceramah asal Samarinda, Ustadz Ahmad Hanif. Dalam pesannya, beliau menekankan agar momentum Maulid Nabi tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diwujudkan lewat peneladanan sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

​Sederet tokoh penting turut hadir mendukung agenda ini, di antaranya Ketua DPRD Kutai Timur Jimni, ST., MT, serta Anggota DPRD Kutim sekaligus Penasihat DPD BKPRMI Kutim, Ustadz Shabaruddin, S.Ag. Dari jajaran pengurus BKPRMI Kutim, tampak hadir Wakil Ketua Hairy Anshari, M.Si, Sekretaris Umum H. Mursalim, M.AP, Bendahara Umum Irmawati, M.Pd, serta Direktur LDSI yang bertugas sebagai Ketua Panitia, Muhammadong.

​Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Ananda Zikri—juara terbaik FASI VII Kutim tingkat TQA—menambah kekhusyukan acara sekaligus menjadi simbol nyata keberhasilan pembinaan generasi Qur’ani di wilayah tersebut.

​Kegiatan ini diikuti oleh jajaran DPD BKPRMI Kutim, DPK Sangatta Utara, serta Ketua DPK Sangatta Selatan, Ustadzah Rusini, M.Pd. Tak kurang dari 250 kepala unit beserta 350 ustaz dan ustazah TKA/TPA/TQA dari wilayah Sangatta Utara dan Selatan turut memadati lokasi.

​Bagi BKPRMI Kutai Timur, berkumpulnya ratusan pendidik Al-Qur’an ini menjadi ajang konsolidasi penting dalam memperkuat gerakan pendidikan Islam. Di tengah tantangan zaman, nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kecintaan Rasulullah terhadap masjid dinilai menjadi benteng utama agar pemuda tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki moral yang kokoh.(Kw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *