
SAMARINDA – Arus dukungan terhadap nakhoda baru Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) terus mengalir dari berbagai daerah. Kali ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPM Kalimantan Timur secara terbuka memberikan ucapan selamat atas mandat yang diterima oleh Arya Wedakarna sebagai Ketua Umum dan Putra Naibaho sebagai Sekretaris Jenderal untuk masa bakti 2026–2031.
Ketua DPD GPM Kaltim, Bung Siraj, menegaskan bahwa hasil Kongres GPM tersebut merupakan representasi keputusan organisasi yang sah dan konstitusional. Oleh karena itu, seluruh kader di Benua Etam siap bergerak dalam satu komando demi kemajuan organisasi.
”Kami atas nama keluarga besar GPM Kalimantan Timur mengucapkan selamat dan sukses atas amanah baru yang diemban oleh Bung Arya Wedakarna dan Bung Putra Naibaho. GPM Kaltim siap bersinergi dan mengawal seluruh kebijakan serta program kerja yang akan dirumuskan oleh DPP GPM ke depan,” ujar Bung Siraj.
Sebagai langkah konkret pasca-kongres, Bung Siraj membeberkan agenda terdekatnya untuk melakukan penguatan internal. Konsolidasi total akan digenjot mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga ke akar rumput di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Kaltim. Langkah ini dinilai penting agar visi besar pengurus pusat dapat terimplementasi dengan baik di daerah.
Di sisi lain, Bung Siraj juga menyoroti posisi strategis Kaltim yang kini menjadi episentrum masa depan Indonesia seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, duet Arya-Putra memiliki tanggung jawab besar dalam merespons dinamika sosial-politik kontemporer, khususnya dalam membela hak-hak masyarakat lokal.
”Sinergi yang kami bangun bukan sekadar urusan struktural, tetapi bagaimana membumikan ideologi marhaenisme dalam mengawal pembangunan IKN agar tetap berpihak pada rakyat kecil,” pungkas Bung Siraj dengan tegas.
Melalui kepemimpinan baru di tingkat pusat, Bung Siraj optimis organisasi kepemudaan berlambang kepala banteng dalam segitiga ini akan tumbuh menjadi gerakan yang semakin solid, progresif, dan memberikan dampak nyata di panggung nasional.(Srj)

