
SANGATTA – Stadion Kudungga Sangatta kini tak lagi sekadar menjadi arena olahraga. Di bawah pengelolaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur, stadion tersebut berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan mengatakan perubahan Stadion Kudungga menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membenahi fasilitas olahraga. Menurutnya, kondisi stadion saat ini sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
“Dulu rumputnya tinggi, pohonnya juga tidak terawat. Orang tidak ada yang mau menggunakan stadion untuk berolahraga. Sekarang justru semua orang berebut menggunakan fasilitas yang ada,” ujar Basuki.
Ia menjelaskan, peningkatan PAD berasal dari penerapan retribusi jasa umum yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Kebijakan itu bukan pungutan liar, melainkan mekanisme resmi untuk penggunaan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah.

Basuki menilai masyarakat bersedia membayar retribusi karena fasilitas yang tersedia semakin lengkap, bersih, dan nyaman. Mulai dari lapangan, kebersihan kawasan, hingga ketersediaan air dan sarana pendukung lainnya menjadi alasan Stadion Kudungga semakin diminati.
“Orang mau datang karena tempatnya bersih, fasilitas lengkap, dan tarifnya juga tidak mahal,” katanya.
Ia menyebut pengelolaan stadion menjadi contoh bahwa sektor olahraga juga mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah jika dikelola secara profesional.
Selain menjadi pusat kegiatan olahraga, Stadion Kudungga kini juga sering digunakan berbagai komunitas, sekolah, hingga penyelenggara event olahraga dan kegiatan masyarakat.
Basuki berharap kondisi tersebut terus dipertahankan agar stadion menjadi etalase olahraga Kutai Timur sekaligus ruang publik yang aktif dimanfaatkan masyarakat.(ADV/Diskominfo Kutim)

