
SANGATTA — Sejumlah jurnalis peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) melakukan kunjungan lapangan ke area operasional PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sangatta untuk melihat langsung aktivitas pertambangan serta pengelolaan lingkungan pascatambang yang dijalankan perusahaan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para wartawan untuk memahami secara lebih dekat penerapan standar operasional, keselamatan, dan tanggung jawab lingkungan oleh KPC.
Kunjungan diawali di Prima Square Area, kawasan pusat informasi sekaligus lokasi implementasi program rehabilitasi pascatambang. Di sini, tim KPC memaparkan bahwa sejumlah area bekas tambang telah direvegetasi dengan beragam jenis tanaman untuk memulihkan ekosistem dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pit Bendili Bintang menggunakan kendaraan operasional. Sebelum memasuki area tambang, petugas keselamatan memberikan arahan mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan kewajiban mengenakan sabuk pengaman sebagai bagian dari prosedur keselamatan standar perusahaan.
Di lokasi pit, Koordinator Planning KPC, Denas, menjelaskan bahwa Bendili Bintang merupakan salah satu area tambang dengan kualitas batu bara terbaik. Dengan kedalaman galian mencapai 400 meter menjadikannya salah satu yang terdalam di Indonesia pit ini mampu memproduksi hingga 3,1 juta ton batu bara per tahun.
Denas menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan bentuk komitmen KPC dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur.
Melalui kunjungan ini, para jurnalis dapat menyaksikan secara langsung bagaimana operasional KPC dijalankan dengan standar keselamatan tinggi serta komitmen kuat terhadap rehabilitasi lingkungan pascatambang. (AM)

