Berita

Tingkatkan Keamanan Pasien, RSUD Kudungga Rilis Inovasi SIGAP: Patroli QR Barcode dan Kolaborasi Lintas Sektor

400
×

Tingkatkan Keamanan Pasien, RSUD Kudungga Rilis Inovasi SIGAP: Patroli QR Barcode dan Kolaborasi Lintas Sektor

Share this article

SANGATTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutai Timur (Kutim) meluncurkan inovasi Sistem Integrasi Evaluasi Keamanan (SIGAP RSUDKu) untuk memperkuat pengawasan keamanan dan memastikan kenyamanan seluruh pihak di lingkungan rumah sakit. Inovasi yang digagas oleh Kepala Bagian Umum RSUD Kudungga, Jumraedah, ini resmi diperkenalkan pada Selasa (18/11/2025) sebagai terobosan dalam penanganan insiden dan respons keamanan yang lebih akurat dan responsif.

Peluncuran SIGAP RSUDKu, yang dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Seskab Kutim Sudirman Latif, Direktur RSUD Kudungga Muhammad Yusuf, perwakilan PD, pihak kepolisian, dan Dinas Sosial, menandai komitmen serius RSUD Kudungga dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien, pengunjung, dan seluruh civitas hospitalia.

Jumraedah menjelaskan bahwa latar belakang inovasi ini adalah sejumlah insiden keamanan yang masih kerap terjadi, seperti laporan kehilangan barang hingga penanganan pasien dengan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membutuhkan koordinasi lintas sektor. “Kejadian-kejadian tersebut menjadi data krusial bagi kami untuk memperkuat sistem keamanan yang sudah ada,” ungkapnya.

Sorotan utama dari SIGAP RSUDKu adalah penerapan sistem QR Barcode Security Patrol, sebuah inovasi pengawasan keamanan yang untuk pertama kalinya diterapkan di lingkungan rumah sakit di Kutai Timur. Dengan sistem ini, petugas keamanan akan memindai QR barcode di titik-titik strategis area rumah sakit, yang secara otomatis merekam pelaksanaan tugas patroli secara realtime.

“QR barcode ini menjadi bukti objektif bahwa petugas menjalankan jadwal patroli sesuai ketentuan. Sistemnya terintegrasi sehingga manajemen dapat melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala dengan lebih mudah dan akurat,” jelas Jumraedah. Implementasi awal menunjukkan bahwa sistem ini berhasil merekam aktivitas petugas secara akurat.

Selain itu, SIGAP juga menghasilkan pedoman pelayanan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan yang lebih jelas, termasuk SOP penanganan gangguan keluarga pasien, SOP penjagaan, serta pembatasan jumlah penunggu pasien maksimal satu orang untuk mencegah potensi gangguan kenyamanan.

Inovasi ini tidak hanya berfokus pada internal rumah sakit, tetapi juga melibatkan mitra eksternal krusial, yaitu kepolisian sebagai unsur keamanan dan Dinas Sosial untuk penanganan pasien ODGJ pasca-perawatan. Dukungan kuat juga datang dari Direktur RSUD Kudungga yang menerbitkan SK Tim Internal sebagai landasan kerja dalam merumuskan pedoman pelayanan keamanan ini.

Melalui SIGAP RSUDKu, RSUD Kudungga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas keamanan demi kenyamanan dan keselamatan seluruh pihak. Dengan sistem yang lebih tertata, terintegrasi, dan berkelanjutan, RSUD Kudungga berharap dapat menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, tertib, dan terpercaya.(Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *