Berita

Wakil Bupati Mahyunadi: Ormas Kutim Wajib Profesional dan Akuntabel Melalui SIORMAS, Jaminan Dana Hibah Efektif

382
×

Wakil Bupati Mahyunadi: Ormas Kutim Wajib Profesional dan Akuntabel Melalui SIORMAS, Jaminan Dana Hibah Efektif

Share this article

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah. Penegasan ini disampaikan Mahyunadi usai membuka Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dengan tema “Sinergi Pemerintah dan Ormas dalam Menjaga Stabilitas dan Kondusifitas Daerah untuk Mewujudkan Kuttim Tangguh, Mandiri, Berdaya Saing,” Selasa (18/11/2025), di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.

Mahyunadi menyatakan bahwa ormas adalah bagian integral dari masyarakat yang tidak dapat dihindari. Ia menyambut baik inisiatif Kesbangpol dalam mengarahkan peran ormas agar lebih berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Ormas memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan kekuatan bangsa. Mereka adalah sumber gagasan segar yang lahir dari kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya. “Karena itu, ormas harus semakin profesional dan terus meningkatkan kapasitasnya agar dapat memberikan dampak nyata.”

Menjawab tuntutan zaman, Mahyunadi menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang modern, terdata, dan tertib administrasi. Untuk mendukung hal ini, pemerintah memperkenalkan aplikasi SIORMAS, sebuah sistem digital yang memfasilitasi pendaftaran, pembaruan data, hingga pelaporan kegiatan ormas.

“Dengan SIORMAS, tidak akan ada lagi data ormas yang simpang siur. Semuanya jelas, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Wakil Bupati. Aplikasi ini diharapkan menjadi standar baru bagi ormas dalam menjalankan operasionalnya secara transparan.

Mahyunadi juga mengingatkan bahwa ormas yang terdaftar resmi dan memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) akan lebih mudah mengakses fasilitas pemerintah, termasuk dana hibah. Namun, ia menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan dana tersebut.

“Dana hibah bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan harus digunakan untuk kegiatan yang benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Di akhir acara, Mahyunadi mengajak seluruh ormas di Kutim untuk membangun tata kelola yang disiplin, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, keberadaan ormas yang kuat akan menjadi penopang penting bagi terciptanya Kutim yang aman, stabil, mandiri, dan berdaya saing.

“Kutim yang mandiri dan berdaya saing hanya bisa terwujud jika ormas bergerak maju bersama pemerintah. Sinergi ini harus terus kita kuatkan,” pungkas Mahyunadi. Sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum bagi ormas untuk meningkatkan profesionalisme dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.(Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *