
PENAJAM PASER UTARA – Persaingan sengit Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Kalimantan Timur XVII Cabang Olahraga (Cabor) Sepak Bola langsung memberikan tantangan berat bagi tim Kutai Timur (Kutim). Pasalnya, setelah bermain imbang 1-1 melawan Bontang di laga pembuka, Tim Kutim kini dihadapkan pada jadwal padat dan wajib meraih poin penuh dalam waktu 24 jam.
Turnamen yang dihelat di Stadion Panglima Sentik, Penajam Paser Utara (PPU) ini dijadwalkan berlangsung cepat dari Sabtu (22/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025), dengan empat pertandingan yang dimainkan setiap hari.
Laga perdana Cabor Sepak Bola, yang mempertemukan Kutim (berseragam putih-merah) melawan Bontang, berlangsung ketat sejak peluit dibunyikan pada Sabtu pagi. Kutim sempat unggul di babak pertama, berkat gol yang dicetak oleh Perdi (punggung 23) pada menit ke-44. Gol ini memberikan keunggulan 1-0 hingga jeda.
Namun, memasuki babak kedua, keunggulan Kutim yang dijaga ketat oleh kiper Baihaki harus pupus. Pelatih Cabor Sepak Bola Tim POPDA XVII Kutim, Asri, menjelaskan titik krusial kebobolan tersebut.
“Pada babak kedua, bek kami, Luki, gagal mengantisipasi serangan cepat dari pemain Bontang, Raihan Marcelo. Kelalaian antisipasi tersebut berhasil dikonversi menjadi gol penyama kedudukan,” ungkap Asri, mengakui adanya miskomunikasi di lini pertahanan timnya.
Hasil imbang 1-1 ini memberikan masing-masing satu poin bagi kedua tim, yang berarti Tim Kutim belum aman dan harus berjuang lebih keras di babak penyisihan grup.
Fokus utama Tim Kutim kini beralih pada pemulihan dan persiapan taktis karena mereka tidak memiliki waktu istirahat yang panjang.
Pelatih Asri mengonfirmasi bahwa Tim POPDA XVII Kutim harus segera kembali ke lapangan pada hari Minggu, (23/11/2025) pukul 14.00 WITA. Lawan yang menanti kali ini adalah tim dari Kabupaten Berau.
Dengan jadwal yang sangat padat dan persaingan yang semakin ketat, pertandingan melawan Berau menjadi penentu penting bagi peluang Kutim untuk lolos dari babak penyisihan. Tim pelatih dituntut untuk segera mengevaluasi kekurangan, khususnya di lini belakang, agar mampu meraih kemenangan perdana dan mengamankan posisi di turnamen ini.
Semua mata akan tertuju pada Stadion Panglima Sentik untuk melihat bagaimana Tim Kutim akan merespons tekanan ini dan memanfaatkan modal satu poin yang telah mereka kumpulkan.(Adv/Hms)

