
KUTAI TIMUR – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur menargetkan capaian predikat Nindya pada penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun depan. Meskipun pada tahun ini Kutim masih berada di level Madya, DP3A optimistis peningkatan capaian dapat diraih melalui penguatan program dan perbaikan pendokumentasian kegiatan di seluruh perangkat daerah.
Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winarni, menjelaskan bahwa capaian Kutim sebenarnya hanya kurang sekitar 3,1 poin untuk naik ke level Nindya. Namun, perubahan indikator dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) membuat proses penilaian menjadi lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sebenarnya banyak kegiatan yang sudah berjalan, hanya saja selama ini kurang terdokumentasi dengan baik. Selain itu, pergantian personel yang hadir pada rapat-rapat KLA juga membuat penyampaian informasinya tidak selalu tersambung,” jelas Rita Winarni, mengidentifikasi kendala utama.
Ia menambahkan, beberapa kabupaten/kota lain yang sebelumnya meraih predikat tinggi juga mengalami hal serupa karena ketatnya indikator terbaru. Meski demikian, DP3A Kutim menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Salah satu penguatan yang dilakukan adalah percepatan standarisasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Town Hall, serta pelaksanaan pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) bagi seluruh SDM yang terlibat dalam pemenuhan hak anak. Pelatihan KHA ini menyasar berbagai sektor, mulai dari guru, tenaga kesehatan, pengelola rumah ibadah ramah anak, hingga pengelola RBRA.
“Kalau seluruh klaster terpenuhi dan semua SDM sudah terpapar KHA, insyaallah tahun depan Kutim bisa mencapai Nindya,” tegas Rita Winarni.
DP3A juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar semua indikator KLA dapat dipenuhi secara menyeluruh, terutama pada klaster kelembagaan, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan khusus bagi anak.(ADV/KOM)

