
Kutai Timur – Pemerintah Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), secara serius meningkatkan sektor pertaniannya melalui diversifikasi komoditas strategis. Komitmen desa ini diwujudkan dengan fokus pada pengembangan budidaya padi hitam di lahan seluas tujuh hektar (7 ha). Langkah inovatif ini selaras dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Kutim untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Kepala Desa Teluk Pandan, Andi Herman Fadli, menjelaskan bahwa pengembangan varietas premium ini merupakan hasil integrasi program mandiri desa dengan dukungan teknis penuh dari Dinas Pertanian Kutim.
“Di Teluk Pandan, kami memelopori pengembangan padi hitam melalui inisiatif desa. Program lokal ini kemudian kami kolaborasikan dengan agenda prioritas Bupati, sehingga Dinas Pertanian turut memberikan pendampingan dan bantuan,” ungkapnya.
Andi Herman memaparkan bahwa seluruh area yang saat ini berfungsi sebagai kawasan wisata sawah difokuskan untuk ditanami varietas padi hitam pada musim tanam kali ini. Diversifikasi produksi beras ini didasarkan pada hasil kajian yang menunjukkan bahwa kondisi tanah di Teluk Pandan sangat ideal untuk budidaya komoditas bernilai tinggi tersebut.
Ia menambahkan, kelayakan varietas padi hitam telah melalui penelitian komprehensif bersama mitra swasta.
“Varietas beras hitam ini telah kami uji bersama rekan-rekan dari perusahaan besar, termasuk PAMA dan Indominko. Hasil kajian membuktikan bahwa padi jenis ini dapat tumbuh optimal dan berproduksi dengan baik di lahan desa kami,” jelasnya.
Dengan total luasan tanam 7 hektar, Pemerintah Desa Teluk Pandan menargetkan capaian produksi ambisius. Berdasarkan potensi hasil rata-rata antara 3 hingga 4 ton per hektar, Andi Herman optimistis dapat memanen sekitar 20 ton beras hitam pada musim panen tahun ini.
“Target kami untuk musim tanam saat ini adalah mencapai hasil panen sekitar 20 ton beras hitam,” tegasnya, menunjukkan keyakinan terhadap potensi agribisnis baru ini.(ADV/KOM)

