
KUTAI TIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil inisiatif proaktif dalam mengamankan generasi muda dari ancaman lingkungan negatif. Sebagai bagian dari realisasi 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati, Dispora menjadikan turnamen E-sport sebagai strategi utama untuk penguatan karakter dan pengalihan fokus remaja dari aktivitas destruktif.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan bahwa E-sport kini diakui sebagai instrumen yang efektif. Tujuannya adalah mengonversi energi kompetitif remaja ke arah yang positif, menjauhkan mereka dari bahaya penyalahgunaan narkoba, jeratan judi online, dan balap liar.
“Turnamen E-sport berfungsi sebagai wadah produktif bagi generasi muda kita. Ini adalah cara yang tepat untuk menyalurkan semangat kompetitif mereka dalam lingkungan yang terstruktur,” ujar Basuki dalam keterangannya.
Dispora memberikan apresiasi tinggi terhadap komunitas E-sport di Kutim atas kontribusi proaktif mereka dalam membangun ekosistem yang sehat. Sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas ini diharapkan dapat mematangkan olahraga digital, mengingat E-sport telah berevolusi menjadi industri global yang menawarkan prospek karier menjanjikan bagi kaum muda.
Komitmen Dispora dalam pembinaan mental dan fisik pelajar melalui strategi ini terbukti membuahkan hasil signifikan. Basuki Isnawan melaporkan lonjakan prestasi yang membanggakan pada gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun ini.
Atlet pelajar Kutim berhasil mencatatkan perolehan medali yang fantastis: 12 medali emas, 13 perak, dan 29 perunggu.
“Seluruh medali ini dipersembahkan oleh pelajar daerah kita sendiri. Capaian ini menjadi validasi kuat bahwa pola pembinaan olahraga pelajar di Kutim telah berada pada jalur yang tepat,” tegasnya.
Menatap tantangan ke depan, Dispora menyatakan tekad untuk mengintensifkan persiapan menuju POPDA tahun mendatang dengan menetapkan target yang lebih tinggi. Basuki Isnawan menutup pernyataannya dengan seruan untuk terus mengakselerasi kemajuan olahraga tanpa menunda-nunda.
“Tidak ada kata terlambat. Kita harus terus menggerakkan kemajuan olahraga Kutim tercinta,” pungkasnya.(ADV/KOM)

