
SANGATTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat budaya baca dan literasi masyarakat melalui berbagai program yang menyasar sekolah, desa, hingga kecamatan. Sepanjang 2026, sedikitnya empat program utama telah dijalankan sebagai bagian dari pengembangan perpustakaan dan peningkatan kegemaran membaca.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pemberdayaan Kegemaran Membaca DPK Kutim, Muhammad Junaid, mengatakan seluruh program tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun budaya literasi secara berkelanjutan.
“Di bidang kami sudah berjalan empat program. Semuanya berkaitan dengan pengembangan perpustakaan dan peningkatan pembudayaan kegemaran membaca,” ujarnya.
Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar. Kegiatan ini diikuti pelajar SD dari berbagai wilayah di Kutai Timur dan dibuka langsung oleh Bunda Literasi Kutai Timur, istri Bupati Kutai Timur.
Menurut Junaid, lomba bertutur menjadi sarana menumbuhkan minat baca sekaligus melatih kemampuan anak-anak dalam menyampaikan kembali isi cerita yang mereka baca
Selain lomba bertutur, DPK Kutim juga menggelar Sosialisasi Kewenangan Perpustakaan Kecamatan dan Desa yang diikuti camat serta kepala desa se-Kutai Timur. Sosialisasi tersebut memberikan pemahaman mengenai peran pemerintah kecamatan dan desa dalam mendukung pengelolaan perpustakaan sesuai kewenangan masing-masing.
“Kami melibatkan camat dan kepala desa agar ada dukungan terhadap pengembangan perpustakaan di wilayahnya,” kata Junaid.
Program lainnya adalah Sosialisasi Standar Perpustakaan Sekolah dan Sosialisasi Standar Perpustakaan Kecamatan dan Desa yang dilaksanakan selama dua hari pada 19–20 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, seluruh kegiatan saling berkaitan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, baik dari sisi pengelolaan, sumber daya manusia, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, perpustakaan memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar tempat menyimpan buku. Perpustakaan juga menjadi pusat belajar masyarakat, ruang berbagi pengetahuan, dan wadah pengembangan literasi di setiap wilayah.
Karena itu, DPK Kutim terus mendorong seluruh perpustakaan di daerah agar berkembang sesuai standar nasional dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas.
Junaid berharap berbagai program yang telah berjalan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan budaya membaca masyarakat Kutai Timur, khususnya di kalangan anak-anak dan pelajar.
Ia menambahkan, penguatan literasi tidak bisa dilakukan oleh DPK saja, tetapi membutuhkan kolaborasi sekolah, pemerintah desa, kecamatan, serta masyarakat agar gerakan literasi semakin luas dan berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur.(ADV/Diskominfo Kutim)

