
SANGATTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Kutai Timur menambah khazanah arsip daerah melalui akuisisi 247 arsip statis milik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur periode 2000–2007
Akuisisi ditandai dengan penyerahan arsip oleh Sekretaris DPRD Kutai Timur, Jainuddin, kepada Kepala Dispusip Kutai Timur, M. Ayub, yang disaksikan Kepala Bidang Kearsipan Wiwin. Penyerahan tersebut dituangkan dalam berita acara sebagai bentuk pengalihan hak pengelolaan arsip kepada Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kabupaten Kutai Timur.
Kepala Dispusip Kutai Timur M. Ayub menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 045/K.219/2026 tentang Pembentukan Tim Penilaian dan Akuisisi Arsip Statis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Menurutnya, arsip yang diakuisisi memiliki nilai guna permanen karena merekam berbagai kebijakan dan perjalanan pemerintahan daerah pada masa awal pembangunan Kabupaten Kutai Timur.
“Arsip statis bukan sekadar dokumen lama, tetapi menjadi memori kolektif daerah yang harus diselamatkan, dipelihara, dan dikelola agar tetap dapat dimanfaatkan di masa mendatang,” ujar Ayub.
Ratusan arsip tersebut mencakup dokumen strategis, mulai dari Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Rancangan APBD (RAPBD), APBD, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), DASK, Rencana Strategis (Renstra), data statistik desa, hingga dokumen program pembangunan daerah.
Melalui proses akuisisi ini, seluruh arsip resmi menjadi bagian dari koleksi LKD Kabupaten Kutai Timur. Arsip akan disimpan, dirawat, serta dikelola sesuai kaidah kearsipan agar tetap terjaga keaslian dan keberlanjutannya sebagai sumber informasi.
Ayub berharap langkah tersebut mendorong seluruh perangkat daerah semakin tertib dalam mengelola arsip yang memiliki nilai sejarah dan akuntabilitas. Selain mendukung tata kelola pemerintahan yang baik, arsip statis juga diharapkan menjadi referensi bagi penelitian, pendidikan, dan pelestarian sejarah Kabupaten Kutai Timur di masa depan.(ADV/Diskominfo Kutim)

