Kutai TimurPemerintahan

Anugerah Literasi Kutim Digelar Oktober, DPK Beri Penghargaan kepada Tokoh Literasi dan Juara Lomba

242
×

Anugerah Literasi Kutim Digelar Oktober, DPK Beri Penghargaan kepada Tokoh Literasi dan Juara Lomba

Share this article

SANGATTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Kutai Timur akan menggelar Anugerah Literasi Kutim 2026 pada Oktober mendatang sebagai puncak rangkaian kegiatan literasi sekaligus bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutai Timur.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pemberdayaan Kegemaran Membaca DPK Kutim, Muhammad Junaid, mengatakan Anugerah Literasi menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada individu maupun komunitas yang memiliki kontribusi dalam pengembangan budaya baca dan literasi di Kutai Timur.

“Anugerah Literasi akan kami laksanakan pada bulan Oktober, sekaligus menyambut HUT Kutai Timur. Momennya kami satukan di sana,” ujar Junaid.

Ia menjelaskan, penghargaan tersebut tidak berbentuk perlombaan baru, melainkan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang selama ini aktif menggerakkan literasi di tengah masyarakat. Selain itu, para pemenang berbagai lomba literasi yang telah diselenggarakan sepanjang tahun juga akan menerima hadiah pada acara tersebut.

“Kalau Anugerah Literasi itu kami berikan kepada tokoh-tokoh yang memang terlibat dalam literasi. Kemudian juara-juara dari lomba yang sudah selesai juga akan menerima penghargaan di sana,” katanya.

Sepanjang 2026, DPK Kutim telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan, mulai dari lomba bertutur tingkat SD, sosialisasi kewenangan perpustakaan kecamatan dan desa, sosialisasi standar perpustakaan sekolah, hingga sosialisasi standar perpustakaan kecamatan dan desa. Seluruh rangkaian itu akan ditutup melalui Anugerah Literasi.

Menurut Junaid, penghargaan menjadi bentuk motivasi bagi para penggiat literasi agar terus berkontribusi meningkatkan minat baca masyarakat.

Selain agenda penghargaan, DPK Kutim juga akan melanjutkan program pembinaan perpustakaan ke berbagai kecamatan. Program ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi kewenangan perpustakaan yang sebelumnya diikuti camat dan kepala desa.

“Kami akan turun langsung ke kecamatan-kecamatan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan perpustakaan,” ungkapnya.

Pembinaan dilakukan untuk memastikan pengelolaan perpustakaan di tingkat desa dan kecamatan berjalan sesuai standar nasional serta mampu memberikan layanan informasi yang lebih baik kepada masyarakat.

Junaid menegaskan, penguatan literasi membutuhkan kerja sama banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, pemerintah desa, komunitas literasi, hingga masyarakat.

Ia berharap Anugerah Literasi 2026 tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya lebih banyak gerakan literasi di Kutai Timur.

“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan literasi sehingga budaya membaca terus tumbuh dan perpustakaan benar-benar menjadi pusat belajar di setiap kecamatan dan desa di Kutai Timur,” tutupnya.(ADV/Diskominfo Kutim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *