
SANGKULIRANG – Kepala Bidang Layanan, Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutai Timur, Kamariah, menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi minat baca masyarakat. Sebaliknya, gawai yang kini sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari anak-anak dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai media edukatif untuk mengakses berbagai sumber pengetahuan dengan mudah.
Menurut Kamariah, aplikasi perpustakaan digital iKutim dihadirkan sebagai bentuk inovasi nyata untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan bacaan berkualitas tanpa harus repot datang langsung ke gedung perpustakaan.
“Anak-anak sekarang hampir setiap saat memegang telepon genggam. Karena itu kami menghadirkan aplikasi iKutim yang bisa diunduh secara gratis di Play Store agar mereka lebih mudah mencari referensi dan membaca buku di mana saja,” ujar Kamariah.
Ia menjelaskan lebih lanjut, iKutim menyediakan beragam koleksi buku digital lengkap yang dapat diakses kapan saja secara gratis. Layanan berbasis teknologi ini sengaja dirancang untuk melengkapi koleksi buku cetak yang telah tersedia di perpustakaan daerah, sehingga masyarakat kini memiliki pilihan referensi belajar yang jauh lebih fleksibel dan modern.
Selain itu, Kamariah menyampaikan bahwa pihak Dispusip Kutim terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan pemanfaatan perpustakaan digital hingga ke berbagai pelosok kecamatan, termasuk wilayah Sangkulirang. Langkah ini diambil guna memastikan akses terhadap bahan bacaan bermutu dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pelajar dan masyarakat setempat.
Melalui pengembangan layanan digital ini, Dispusip Kutim sangat optimis bahwa tingkat literasi digital masyarakat akan terus meningkat secara signifikan. Pihaknya juga berharap inovasi ini mampu mendekatkan fungsi perpustakaan dengan kehidupan sehari-hari warga, menjadikan gawai tidak hanya sekadar sarana hiburan, tetapi juga jendela utama menuju dunia ilmu pengetahuan.(ADV/Diskominfo Kutim)

