Kutai TimurPemerintahan

SIGAP Koperasi Dikembangkan, BRIDA Kutim Bidik Pengakuan Inovasi Nasional

238
×

SIGAP Koperasi Dikembangkan, BRIDA Kutim Bidik Pengakuan Inovasi Nasional

Share this article

SANGATTA – Pengembangan aplikasi SIGAP Koperasi terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui pendampingan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Inovasi yang dikembangkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) tersebut diarahkan tidak hanya untuk memperkuat pendataan koperasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung pembinaan koperasi secara berkelanjutan.

Penguatan inovasi itu dibahas dalam kegiatan pendampingan Inovasi Kreativitas Pelayanan Perangkat Daerah (PEPES IKAN PEDA) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur Tahun 2026 di Kantor Balitbangda Provinsi Kalimantan Timur, Jalan MT Haryono, Samarinda, Kamis (8/10/2026).

Dalam pendampingan tersebut, SIGAP Koperasi diarahkan untuk memiliki fitur yang lebih lengkap, sehingga informasi setiap koperasi dapat diakses secara terperinci. Pengembangan mencakup data jumlah anggota, komposisi jenis kelamin, identitas koperasi, hingga informasi pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam pemantauan dan evaluasi.

Tim ahli pengembang SIGAP Koperasi menjelaskan, penyempurnaan sistem dilakukan untuk menghimpun data perkoperasian dalam satu aplikasi yang terstruktur. Dengan demikian, perangkat daerah dapat lebih mudah mengetahui kondisi koperasi, termasuk mengidentifikasi koperasi yang masih aktif maupun yang membutuhkan pembinaan.

Selain penguatan basis data, pengembangan juga menyasar peningkatan akses pelayanan masyarakat melalui fitur pengaduan, pendaftaran, dan permintaan informasi. Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta chatbot turut disiapkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi terkait perkoperasian.

Peneliti Ahli Pertama BRIDA Kutim, Bagus Rai Wibowo, mengatakan pendampingan merupakan bagian dari upaya memastikan inovasi perangkat daerah terus berkembang sesuai kebutuhan dan memiliki arah yang jelas.

BRIDA, menurutnya, berperan sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan serta masukan kepada para inovator. Sementara itu, pengembangan teknis aplikasi dilakukan oleh tim ahli berdasarkan kebutuhan perangkat daerah pengusul inovasi.

Ia menegaskan, keberhasilan inovasi tidak semata-mata dilihat dari capaian dalam kompetisi, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

Atas dasar itu, SIGAP Koperasi dipersiapkan untuk mengikuti penilaian Innovative Government Award (IGA) tingkat nasional. Penyempurnaan fitur, penguatan sistem, dan keberlanjutan penggunaan aplikasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas inovasi daerah.

Ke depan, SIGAP Koperasi juga diarahkan untuk terintegrasi dengan sistem data kementerian guna mendukung pembaruan informasi, pelaporan kondisi koperasi, serta pengusulan koperasi yang sudah tidak aktif.

Melalui kolaborasi Diskop UKM, BRIDA, dan tim ahli pengembang, Pemkab Kutim berharap SIGAP Koperasi dapat menjadi instrumen pendukung tata kelola perkoperasian yang lebih baik sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik dan daya saing inovasi daerah di tingkat nasional.(ADV/Diskominfo Kutim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *