
Kutai Timur, Kaltimwave.id – Suhu dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menghangat. Mengantisipasi polarisasi antar-kader, Ketua Harian Golkar Kutim, Rudi Hartono, melontarkan pesan sejuk sekaligus tegas terkait pencalonan.
”Untuk para calon, silakan bersaing. Tapi setelah proses pemilihan selesai, kita tetap harus bersanding untuk kebesaran Partai Golkar,” tegas Rudi Hartono di Sangatta.
Menurut Rudi, perbedaan arah dukungan adalah denyut nadi demokrasi di tubuh partai. Setiap kader beringin memiliki hak konstitusional untuk maju, beradu gagasan, dan menggalang suara sesuai mekanisme.
Namun, ia menggarisbawahi satu batas mutlak. Kompetisi tak boleh menjadi titik awal retaknya fondasi partai.
“Silakan berkompetisi dan berjuang mendapatkan kepercayaan di Musda nanti. Itu murni dinamika organisasi. Tetapi ingat, setelah ketukan palu selesai, kita semua kembali bergandengan tangan membesarkan Golkar,” tambahnya.
Dalam kacamata politik Rudi, Musda Golkar Kutim bukanlah sekadar etalase perebutan tampuk kepemimpinan. Momen ini adalah fase krusial untuk konsolidasi total mesin partai.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kedewasaan politik. Rudi meminta setiap kandidat untuk menghormati seluruh tahapan Musda dan berjiwa besar menerima hasil akhir keputusan organisasi.
Sebab, siapa pun yang nantinya diberi mandat memimpin Golkar Kutim, tidak akan bisa bekerja sendiri. Nakhoda baru butuh energi dari seluruh elemen partai agar program kerja tidak putus di tengah jalan.
“Jangan sampai karena beda pilihan di Musda, kita justru saling menjauh. Persaingan itu ada batas waktunya, tapi kebersamaan harus dijaga selamanya,” tuturnya.
Menatap tantangan politik Kutai Timur ke depan, Rudi mengingatkan bahwa tidak boleh ada lagi sekat-sekat kelompok pasca-Musda. Rekonsiliasi adalah harga mati.
“Setelah Musda, tidak ada lagi kelompok-kelompok yang saling berhadapan. Kita semua kembali ke rumah yang sama, keluarga besar Partai Golkar,” ucap Rudi.
Ke depan, ia berharap kepengurusan yang baru mampu langsung tancap gas merangkul semua kubu. Fokus utama pasca-Musda adalah memperkuat struktur organisasi hingga ke akar rumput dan merawat kepercayaan publik Kutim.
“Harapan saya, Musda ini berjalan lancar, demokratis, dan sejuk. Jangan cuma berpikir bagaimana memenangkan kompetisi, tapi pikirkan bagaimana kita bisa berjalan bersama setelahnya. Kebesaran Golkar Kutim dibangun dari persatuan kadernya,” pungkas Rudi.(Kw)

