
SAMARINDA, kaltimwave.id – Mesin politik Partai Golkar Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai dipanaskan. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda), bursa pencalonan ketua DPD segera dibuka.
Kepastian ini didapat usai rapat Steering Committee (SC) yang digelar di markas DPD I Golkar Kaltim, Samarinda. Panitia menetapkan penjaringan kandidat akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 28-30 November 2026, dan seluruh tahapan dipusatkan di Samarinda.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Kutim, Rudi Hartono, menyatakan bahwa tahapan pendaftaran ini adalah gerbang awal dari rangkaian konsolidasi internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Panitia sudah menyepakati penerimaan bakal calon dilaksanakan pada 28 sampai 30 November. Kami ingin memberi waktu yang cukup agar seluruh pihak yang berminat bisa mempersiapkan diri sesuai mekanisme yang ada,” tegas Rudi.
Setelah penjaringan selesai, puncak pergantian nakhoda melalui Musda Golkar Kutim ditargetkan bergulir pada rentang waktu 1 hingga 10 Desember 2026. Meski begitu, Rudi memberi catatan bahwa tanggal definitif pelaksanaan Musda masih menunggu ketuk palu dan persetujuan dari DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur.
Terkait teknis pendaftaran, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Kutim, Felly Lung, mewanti-wanti para kandidat agar segera menyiapkan dokumen kelengkapan dari sekarang. Seluruh syarat administrasi wajib merujuk pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) resmi Partai Golkar.
Felly juga memastikan bahwa panggung penjaringan akan ditarik ke ibu kota provinsi. Namun, detail lokasinya masih dalam tahap finalisasi.
“Seluruh proses pendaftaran dipusatkan di Samarinda. Untuk titik pasti lokasi sekretariatnya masih kami matangkan, nanti akan diumumkan secara resmi sebelum tahapan pendaftaran dibuka,” ungkap Felly.
Suhu politik internal diprediksi akan terus menghangat jelang akhir November. Menyadari hal ini, Rudi Hartono melempar pesan persatuan. Ia menegaskan bahwa perbedaan gerbong dukungan adalah hal lumrah dalam etalase demokrasi internal Golkar, namun etika politik tak boleh ditinggalkan.
“Setiap kader punya hak berkompetisi. Silakan sampaikan aspirasi dan bangun dukungan. Tapi ingat, silakan bersaing, setelah proses pemilihan kita harus tetap bersanding untuk kebesaran Partai Golkar,” pungkas Rudi mengingatkan.
Kini, publik dan para kader menanti siapa saja figur-figur kuat yang akan mengambil formulir dan memperebutkan tampuk pimpinan Beringin di Kutai Timur.(Kw)

