Berita

Aidil Fitri (PKS): Rp 106 Miliar Disiapkan Lewat Skema MYC Tahap II, Target Akhiri Isolasi Dapil 4 Kutim

373
×

Aidil Fitri (PKS): Rp 106 Miliar Disiapkan Lewat Skema MYC Tahap II, Target Akhiri Isolasi Dapil 4 Kutim

Share this article

SANGATTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aidil Fitri, memastikan komitmen pemerintah daerah untuk mengatasi masalah keterisolasian di Daerah Pemilihan (Dapil) 4. Dana ambisius senilai lebih dari Rp 106 Miliar telah disiapkan melalui skema Multi Years Contract (MYC) Tahap II untuk membiayai dua proyek konektivitas strategis di wilayah tersebut.

Aidil menjelaskan, alokasi anggaran yang signifikan ini bertujuan untuk menghubungkan tiga kecamatan di Dapil 4 secara menyeluruh, menghilangkan jalur yang terputus atau rusak parah, dan menjamin kelancaran arus logistik serta mobilitas warga.

Politisi yang duduk di Komisi A Bidang Pemerintahan ini merinci dua proyek utama yang menjadi prioritas untuk mengintegrasikan wilayah dan mengatasi isolasi:

  1. Jalan Simpang Batu Redi: Dengan nilai proyek sekitar Rp 70 Miliar, proyek ini krusial untuk membuka akses utama.
  2. Penyelesaian Jembatan Telen: Proyek lanjutan yang akan melengkapi konektivitas tiga kecamatan di Dapil 4.

“Jika kedua proyek konektivitas ini rampung, tiga kecamatan di Dapil 4 akan terhubung secara total. Hal ini fundamental untuk memajukan daerah kami,” ungkap Aidil.

Selain konektivitas antar-kecamatan, Aidil juga secara khusus mendorong penyelesaian pembangunan Jembatan Marahalok-Long Melah.

“Jembatan ini memiliki nilai proyek Rp 36,7 Miliar dan memiliki peran vital dalam mengintegrasikan delapan desa yang berada di Kecamatan Telen. Proyek ini sangat dinanti masyarakat,” tambahnya.

Proyek-proyek strategis seperti Jalan Simpang Batu Redi dan Jembatan Marahalok-Long Melah direncanakan masuk dalam Tahap II MYC. Meskipun menyadari adanya penurunan kondisi anggaran daerah, Aidil menyatakan optimisme tinggi bahwa pembangunan yang ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun (2026–2027) tersebut akan terealisasi.

“Kami optimistis proyek ini berjalan. Kami juga meminta kepada Dinas PUPR sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk benar-benar mengevaluasi dan mengawasi setiap tahapan pembangunan secara ketat agar kualitas dan waktu pengerjaan sesuai target,” tegas Aidil Fitri.(Adv/DPRD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *