Berita

Akses Dasar Pedalaman Kutim Mendesak Diperbaiki, Anggota DPRD Soroti Kualitas Proyek

487
×

Akses Dasar Pedalaman Kutim Mendesak Diperbaiki, Anggota DPRD Soroti Kualitas Proyek

Share this article

SANGATTA — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) dari Fraksi Gabungan Pembangunan (GAP), Kristian Hasmadi, kembali mendesak Pemerintah Kabupaten untuk memprioritaskan peningkatan kualitas infrastruktur dasar di wilayah pedalaman. Secara spesifik, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyoroti kondisi jaringan jalan vital yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Wahau dan wilayah sekitarnya, yang ia sebut sebagai “urat nadi” perekonomian masyarakat.

Kristian Hasmadi, yang juga dikenal sebagai tokoh adat Suku Dayak Wehea, menyatakan bahwa pengalaman pribadinya sebagai mantan kepala desa Nehes Liah Bing selama dua periode membuatnya memahami betul urgensi perbaikan jalan. Ia menyebut sejumlah ruas krusial hingga kini masih berupa jalan tanah yang kondisinya sangat memprihatinkan dan rentan terputus saat memasuki musim penghujan.

Beberapa rute penting yang disorotnya antara lain: Ja’ Luay – Long Wehea, Long Wehea – Nehes Liah Bing, Benhes – Diak Lay, Diak Lay – Debeq – Wahau.

“Ini adalah jalan penghubung utama yang dinanti masyarakat. Kami meminta, jika pembangunan dilakukan, jangan lagi dikerjakan setengah-setengah. Harus dengan kualitas yang benar-benar baik dan standar yang memadai,” tegas Kristian.

Selain mendesak percepatan pembangunan, Anggota DPRD dari Dapil IV ini juga menyoroti buruknya kualitas beberapa proyek semenisasi yang sudah berjalan. Menurutnya, banyak ruas yang baru selesai dibangun sudah mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Kristian meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan kontraktor pelaksana untuk memastikan standar teknis pengerjaan dipatuhi. “Baru sebentar sudah hancur lagi. Hal seperti ini harus dihindari. Pembangunan harus kokoh, tahan lama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun, bukan hitungan bulan,” cetusnya.

Kristian Hasmadi menegaskan bahwa ia tidak ingin fokusnya sebagai wakil rakyat terpecah pada usulan program yang tidak menjadi kebutuhan primer masyarakat. Ia menegaskan bahwa agenda utamanya adalah memastikan perbaikan dan pembangunan jalan antar-desa di wilayahnya masuk ke dalam rencana kerja pemerintah (Renja) dan dieksekusi dengan output berkualitas.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan program jalan ini terakomodir dalam perencanaan daerah. Ini bukan sekadar meminta fasilitas tambahan, tetapi ini adalah akses dasar yang mutlak dibutuhkan oleh warga,” tutupnya.

Sebagai putra daerah yang menjabat dua periode sebagai Kepala Desa, Kristian meyakini bahwa pemerataan pembangunan, terutama melalui penyediaan akses yang layak dan ketegasan terhadap kualitas proyek, adalah kunci utama untuk mendorong kemajuan desa-desa di Kutai Timur.(Adv/DPRD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *