Berita

Aldriansyah Ajak Generasi Muda Anggap Politik Sebagai Gerbang Transformasi Daerah

405
×

Aldriansyah Ajak Generasi Muda Anggap Politik Sebagai Gerbang Transformasi Daerah

Share this article

SANGATTA – Kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Aldriansyah, yang dikenal sebagai salah satu legislator termuda, terus menjadi representasi penting dalam diskursus regenerasi politik di daerah tersebut. Aldriansyah meyakini bahwa regenerasi politik adalah kebutuhan mendesak, yang harus diwujudkan untuk menghadirkan energi segar, pola pikir kreatif, dan perspektif baru dalam pembuatan kebijakan publik.

Menurut Aldriansyah, pandangan negatif generasi muda terhadap politik sebagai ruang yang “kotor” atau hanya milik kelompok berpengalaman harus diluruskan. Ia menegaskan, sikap apatis justru merugikan masa depan daerah.

“Jika anak muda menjauh dari politik, maka masa depan kita akan ditentukan tanpa suara kita sendiri,” ujar Aldriansyah dalam keterangannya.

Dalam setiap kesempatan bertemu dengan komunitas dan pemuda, Aldriansyah selalu menekankan bahwa politik adalah ruang pengabdian. Ia mencontohkan pengalamannya di DPRD, di mana keberanian dan ide-ide baru dari generasi muda terbukti lebih adaptif terhadap tantangan modern.

Kehadiran sosok muda di parlemen, lanjutnya, membawa manfaat signifikan, terutama dalam meningkatkan kualitas diskusi serta menawarkan solusi adaptif terhadap isu-isu krusial seperti pendidikan, ekonomi kreatif, dan digitalisasi.

“Tantangan terbesar anak muda bukan kurang kemampuan, tetapi kurang kesempatan dan kepercayaan diri. Usia bukan batas untuk berkontribusi,” tegasnya.

Untuk mewujudkan regenerasi yang efektif, Aldriansyah mendorong adanya ruang lebih besar bagi anak muda, baik di dalam struktur partai politik maupun organisasi pemerintah daerah. Regenerasi, imbuhnya, tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diterapkan melalui program kaderisasi dan pelatihan kepemudaan yang berkelanjutan.

Ia berharap perjalanannya di DPRD Kutim menjadi bukti nyata bahwa anak muda mampu berpolitik tanpa kehilangan idealisme.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Masa depan daerah ini ada di tangan generasi muda,” pungkasnya, sembari berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi bagi pemuda agar mereka percaya bahwa politik bukanlah tembok tinggi, melainkan gerbang untuk membangun masa depan yang lebih baik. (Adv/DPRD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *