Berita

Diskop UMKM Kutim Terapkan Strategi Digitalisasi Bertahap, Siapkan UMKM Lokal Menuju E-Katalog

373
×

Diskop UMKM Kutim Terapkan Strategi Digitalisasi Bertahap, Siapkan UMKM Lokal Menuju E-Katalog

Share this article

KUTAI TIMUR – Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur (Kutim) mengakui adanya kesenjangan digital yang signifikan di antara pelaku usaha lokal. Dalam upaya mengatasi masalah gaptek (gagap teknologi) ini, Dinas Koperasi dan UMKM Kutim tengah menerapkan strategi transformasi bertahap untuk memastikan UMKM lokal dapat bersaing di pasar digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, mengatakan mayoritas pelaku usaha masih di level mikro dan belum terbiasa dengan platform daring, apalagi mekanisme pengadaan pemerintah seperti e-katalog.

“Masih banyak yang belum paham cara pakai media sosial untuk jualan, apalagi masuk e-katalog pemerintah. Kami paham ini wajar, karena rata-rata mereka masih usaha kecil yang beroperasi dari rumah,” kata Teguh saat ditemui di kantornya.

Teguh menjelaskan bahwa program digitalisasi yang dilakukan pemerintah daerah saat ini difokuskan pada penguatan fundamental pemasaran, seperti:

  1. Penciptaan Konten: Mengajarkan cara membuat foto produk yang menarik dan video promosi sederhana.
  2. Pemanfaatan Dasar: Mendorong penggunaan aplikasi praktis seperti WhatsApp Business atau Facebook untuk pemasaran awal.

Namun, ia menyoroti tantangan besar bagi UMKM untuk naik kelas ke platform pengadaan yang lebih formal seperti e-katalog.

“Untuk masuk ke e-katalog itu, pelaku UMKM harus memiliki badan hukum, izin usaha yang lengkap, hingga Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tempat usaha. Nah, banyak yang belum siap secara legalitas. Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal perubahan pola pikir dan kepatuhan administrasi,” terang Teguh.

Teguh menegaskan bahwa butuh waktu dan pendampingan berkelanjutan agar UMKM lokal dapat naik kelas. Ia berharap pelaku usaha memiliki kemauan kuat untuk belajar, sebab persaingan saat ini sangat bergantung pada kecepatan adaptasi digital.

“Kita pelan-pelan. Enggak bisa langsung disuruh online semua. Kalau mereka enggak mau belajar, ya pasti akan ketinggalan,” tambahnya.

Ke depan, Diskop UMKM berencana memperkuat kerja sama lintas sektor, khususnya dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), agar program literasi digital dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

“Kita ini daerah kaya potensi. Kalau UMKM bisa online dan didukung oleh infrastruktur digital yang memadai, produk Kutim berpeluang besar untuk dikenal hingga luar negeri,” pungkas Teguh Budi Santoso, menekankan bahwa UMKM digital akan membuka peluang pasar yang jauh lebih luas. (ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *