Berita

KPC Jadi Pelopor Ekonomi Sirkular Indonesia, Enam Inovasi Lingkungan Diakui di ICEA 2025

417
×

KPC Jadi Pelopor Ekonomi Sirkular Indonesia, Enam Inovasi Lingkungan Diakui di ICEA 2025

Share this article

BALI, – Komitmen PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam mendorong transformasi pertambangan menuju ekonomi sirkular kembali mendapat sorotan positif di tingkat nasional. Melalui berbagai inovasi pengelolaan lingkungan, KPC berhasil membawa pulang enam penghargaan pada ajang Indonesian Circular Economy Award (ICEA) 2025) di Bali.

Ajang ini menilai perusahaan-perusahaan yang mampu mengembangkan sistem berkelanjutan berbasis efisiensi sumber daya. KPC dinilai sebagai salah satu perusahaan yang paling konsisten menerapkan prinsip tersebut, mulai dari pengelolaan air, limbah, hingga pemberdayaan masyarakat.

Menurut Nanang Supriyadi, Manager External Relation KPC yang hadir mewakili Presiden Direktur KPC Muhammad Rudy, penghargaan ini bukan semata pengakuan, tetapi juga bukti bahwa transformasi operasional pertambangan menuju sirkularitas dapat diwujudkan secara nyata.

“KPC terus berupaya menunjukkan bahwa pertambangan tidak selalu identik dengan kerusakan. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, banyak material yang dulunya dianggap limbah kini memiliki nilai baru bagi lingkungan dan masyarakat,” jelas Nanang.

Adapun enam penghargaan yang diterima KPC meliputi inovasi di berbagai tingkatan:

Leadership Award sebagai perusahaan dengan kepemimpinan terbaik dalam penerapan ekonomi sirkular.

Dua Penghargaan Platinum untuk program pengelolaan air dan penyediaan bibit reklamasi berbasis mitra lokal.

Dua Penghargaan Emas atas optimalisasi air limbah tambang serta pemanfaatan oli bekas sebagai bahan substitusi solar.

Satu Penghargaan Perak untuk inovasi pemanfaatan ban bekas sebagai pengendali erosi di area reklamasi.

Tidak hanya menerima penghargaan, KPC juga menjadi salah satu perusahaan yang diundang mempresentasikan praktik terbaiknya pada Konferensi Internasional Ekonomi Sirkular dan Keberlanjutan (ICCES) 2025) yang berlangsung bersamaan dengan ICEA.

Di forum tersebut, Nanang memaparkan presentasi bertajuk “Dari Ekstraksi ke Regenerasi”, yang menekankan bagaimana sektor pertambangan dapat bergeser menuju model regeneratif. Ia mencontohkan beberapa praktik KPC, seperti penggunaan air bekas tambang untuk kebutuhan operasional, serta pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan bibit reklamasi tanaman endemik.

Penyelenggara ICEA 2025 menilai KPC sebagai salah satu perusahaan yang berhasil menerjemahkan konsep ekonomi sirkular menjadi aksi nyata dan terukur, sehingga mampu memberi dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan capaian ini, KPC dipandang sebagai role model nasional dalam implementasi ekonomi sirkular di sektor pertambangan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *