Kutai TimurPemerintahan

Mahyunadi Ajak Paguyuban di Kutim Perkuat Persaudaraan dan Dukung Pembangunan

357
×

Mahyunadi Ajak Paguyuban di Kutim Perkuat Persaudaraan dan Dukung Pembangunan

Share this article

SANGATTA — Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengajak seluruh paguyuban dan organisasi kemasyarakatan di daerah itu untuk terus memperkuat silaturahmi dan persaudaraan. Menurutnya, keberadaan paguyuban memiliki peran penting dalam menjaga persatuan sekaligus menjadi kekuatan sosial yang mendukung pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Mahyunadi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kerukunan Bulukumba (KMB) Kutai Timur, Ahad (13/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi, Mengokohkan Ukhuwah: Mali Siparappe, Tallang Sipahua di Tanah Rantau.”

Mahyunadi menilai, semangat persaudaraan yang menjadi bagian dari nilai Maulid Nabi sejalan dengan pentingnya menjaga hubungan antarmasyarakat di Kutai Timur yang memiliki latar belakang suku, budaya, dan daerah asal yang beragam.

Menurutnya, paguyuban tidak seharusnya hanya menjadi wadah berkumpul bagi masyarakat berdasarkan daerah asal. Lebih dari itu, organisasi paguyuban dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Paguyuban jangan hanya menjadi tempat berkumpul berdasarkan asal daerah, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang turut menjaga persatuan dan membangun Kutai Timur,” ujar Mahyunadi.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipelihara, terutama dalam kehidupan masyarakat Kutai Timur yang dikenal memiliki keberagaman.

Mahyunadi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Nilai akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan sikap saling membantu dinilai penting untuk memperkuat hubungan sosial.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW KMB Kutai Timur menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan nilai keagamaan dengan budaya dan tradisi masyarakat Bulukumba di tanah rantau.

Filosofi “Mali Siparappe, Tallang Sipahua” yang bermakna semangat saling membantu dan menguatkan juga menjadi pesan penting dalam menjaga kebersamaan masyarakat.

Bagi Mahyunadi, keberagaman paguyuban di Kutai Timur dapat menjadi kekuatan apabila dibangun dengan semangat persatuan. Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi, mempererat silaturahmi, dan mengambil peran dalam mendukung kemajuan daerah.

“Persaudaraan harus terus kita jaga. Dengan kebersamaan dan saling mendukung, seluruh masyarakat dapat menjadi bagian dari pembangunan Kutai Timur,” pungkasnya.(ADV/Diskominfo Kutim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *