
KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah memfinalisasi alokasi anggaran sebesar Rp69 miliar untuk pembayaran honor lebih dari 3.000 guru honorer pada Tahun Anggaran 2026. Anggaran signifikan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai bentuk komitmen daerah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, memastikan bahwa alokasi dana tersebut telah final setelah melalui serangkaian pembahasan dan koordinasi intensif bersama lembaga terkait, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim.
Mulyono menjelaskan bahwa ribuan guru honorer yang terjamin honornya ini tersebar di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah. Menurutnya, peran tenaga honorer masih sangat vital dalam menunjang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, terutama di wilayah-wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Jumlah guru honorer kita mencapai lebih dari tiga ribu orang, dengan total alokasi honor sekitar Rp69 miliar,” tegas Mulyono. “Alokasi dana ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh guru honorer mendapatkan hak-hak mereka secara terjamin dan tepat waktu,” imbuhnya.
Ia mengakui bahwa pada tahap awal pembahasan, anggaran untuk honor para pendidik ini sempat belum teralokasikan secara pasti. Namun, berkat koordinasi dan rapat intensif yang dilakukan pihaknya bersama Bappenas dan DPRD, usulan tersebut akhirnya disetujui dan dimasukkan ke dalam rancangan anggaran terbaru.
“Alhamdulillah, setelah pembahasan terakhir, usulan tersebut sudah diamankan dan dimasukkan dalam anggaran. Kami optimistis dana ini dapat direalisasikan sepenuhnya pada tahun depan demi mendukung motivasi dan kinerja para pendidik,” tambah Mulyono.
Dengan adanya kepastian alokasi dana yang besar ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Disdikbud berharap kesejahteraan ribuan guru honorer dapat terjaga. Disdikbud Kutim menegaskan akan terus memperjuangkan hak-hak tenaga honorer selama keberadaan dan kontribusi mereka masih dibutuhkan secara langsung oleh satuan-satuan pendidikan di daerah.(ADV/KOM)

