Berita

Pencemaran Lingkungan dan Cuaca Picu ISPA Tertinggi di Kutim: Dinkes Dorong Upaya Preventif

403
×

Pencemaran Lingkungan dan Cuaca Picu ISPA Tertinggi di Kutim: Dinkes Dorong Upaya Preventif

Share this article

Kutai Timur – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) konsisten menempati urutan teratas kasus penyakit di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Tingginya prevalensi ini diyakini berkaitan erat dengan faktor lingkungan yang spesifik di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Sumarno, mengungkapkan bahwa pola peningkatan kasus ISPA terjadi secara tahunan dan disebabkan oleh dua pemicu utama.

“Kasus ISPA masih mendominasi. Ini sudah menjadi tren lama, dipicu oleh dua faktor utama: Kutim merupakan daerah pertambangan dan kondisi cuaca yang sering tidak menentu,” jelas Sumarno.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun ini, Dinkes Kutim membuka layanan kesehatan spesialistik gratis bagi masyarakat. Dua dokter spesialis diturunkan langsung untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan.

“Hari ini kami menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis anak dan spesialis penyakit dalam. Selain itu, ada poli umum dan fasilitas donor darah yang tersedia untuk umum,” ungkap Sumarno.

Layanan kesehatan yang diintegrasikan dalam momen HKN ini dinilai krusial untuk memperluas akses dan memfasilitasi deteksi dini berbagai penyakit, terutama ISPA yang rentan menyerang anak-anak dan kelompok dewasa.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu proses skrining awal. Setidaknya masyarakat dapat mengetahui status kesehatannya tanpa perlu menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit,” tambahnya.

Sumarno menekankan bahwa upaya efektif untuk menekan angka kasus ISPA memerlukan peran aktif dari masyarakat. Hal ini terutama berkaitan dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi tingkat paparan debu atau polusi.

“Kami terus melaksanakan edukasi agar masyarakat dapat meminimalisir risiko pajanan. Pola hidup bersih dan upaya menghindari polusi udara sangat menentukan,” ujarnya.

Dinkes Kutim berkomitmen untuk mengintensifkan program promotif dan preventif di seluruh unit Puskesmas, termasuk pengawasan ketat terhadap penyakit yang muncul akibat perubahan atau pencemaran lingkungan.(ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *