
RANTAU PULUNG – Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung mengingatkan adanya ancaman terhadap sektor pertanian akibat sedimentasi sungai dan berkurangnya sumber air di tengah kondisi cuaca yang dipengaruhi El Nino. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu produksi pertanian dan memicu gagal panen.
Camat Rantau Pulung Vita Nurhasanah mengatakan salah satu persoalan utama berada di kawasan Desa Margomulyo SP2. Saat curah hujan tinggi, lahan pertanian kerap tergenang dalam waktu lama karena aliran sungai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
“Air tergenang lebih lama karena sungai sudah mengalami sedimentasi, sehingga aliran air menjadi lambat,” katanya.
Menurut Vita, normalisasi sungai melalui pengerukan menjadi kebutuhan mendesak agar aliran air kembali lancar dan genangan di area persawahan dapat dikurangi.
Di sisi lain, memasuki musim kemarau, petani juga menghadapi ancaman berkurangnya debit sumber air. Sejumlah sumber air di Kecamatan Rantau Pulung mulai mengalami penyusutan sehingga pasokan air ke sawah tidak lagi optimal.
Ia mengungkapkan kondisi tersebut berpotensi menyebabkan petani mengalami gagal panen apabila tidak ada langkah antisipasi.
Meski demikian, Vita menyebut petani di Desa Tanjung Labu SP6 masih berhasil melakukan panen meski kondisi sumber air sudah cukup mengkhawatirkan.
Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung berharap pemerintah daerah dan perusahaan dapat memberikan dukungan tambahan, salah satunya melalui pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air kelompok tani di wilayah sentra ketahanan pangan.
Menurutnya, sumur bor dapat menjadi solusi jangka pendek dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian saat musim kemarau.
Vita menegaskan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada alat pertanian, tetapi juga pada ketersediaan infrastruktur sumber daya air yang memadai. Karena itu, dukungan lintas sektor dinilai penting untuk menjaga produktivitas petani di Rantau Pulung.
Ia berharap usulan normalisasi sungai dan pengadaan sumur bor dapat segera direalisasikan agar petani memiliki kepastian pasokan air dan produksi pangan tetap terjaga di tengah perubahan kondisi iklim.(ADV/Diskominfo Kutim)

