Kutai Timur

Seminar di Kutim: Self-Compassion Jadi Kunci Kesehatan Mental Perempuan

404
×

Seminar di Kutim: Self-Compassion Jadi Kunci Kesehatan Mental Perempuan

Share this article

SANGATTA – Pentingnya kesehatan mental perempuan menjadi topik utama dalam Seminar Perlindungan Perempuan bertema “Self-Compassion sebagai Kunci Menghadapi Tekanan Hidup” yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rabu (30/10/2024). Acara ini berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bukit Pelangi, dengan dihadiri peserta dari berbagai organisasi perempuan, seperti Jalasenastri, Bhayangkari, dan Persit Chandra Kirana.

Seminar dibuka oleh PLT Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3A, Tutik Suprihatin, yang menekankan pentingnya self-compassion atau kasih sayang terhadap diri sendiri bagi perempuan. Tutik menjelaskan bahwa kemampuan untuk mencintai dan memahami diri sendiri menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan mental serta menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.

“Self-compassion adalah langkah awal yang penting untuk menjaga kesehatan mental. Dengan mencintai diri sendiri, perempuan akan lebih kuat menghadapi tekanan hidup,” ujar Tutik dalam sambutannya.

Tingginya Kasus Kekerasan Jadi Sorotan

Seminar ini juga mengangkat perhatian terhadap tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Kutim. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simponi), kasus kekerasan terhadap perempuan masih cukup tinggi. DP3A berharap seminar ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental perempuan sebagai langkah strategis untuk menekan angka kekerasan di wilayah tersebut.

Psikolog Yulia Wahyu Ningrum dari Biro Psikologi MataVHati Samarinda hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Yulia menjelaskan bahwa self-compassion bukan hanya tentang memperlakukan diri sendiri dengan baik, tetapi juga memahami emosi dan pikiran saat menghadapi tekanan.

“Banyak perempuan merasa harus selalu kuat menghadapi permasalahan sendirian. Padahal, bersikap lembut pada diri sendiri adalah kunci yang sering dilupakan. Self-compassion bisa menjadi perisai menghadapi stres dan kecemasan,” ungkap Yulia. Ia menegaskan, kebiasaan ini mendukung kesejahteraan emosional jangka panjang.

Dukungan dari Pemerintah Pusat

Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Perempuan Kementerian DPPPA, Eni Widyawati, turut menyampaikan dukungannya melalui video. Menurut Eni, kegiatan edukasi seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya kesehatan mental.

“Seminar ini sangat bermanfaat untuk membantu perempuan memahami pentingnya self-compassion dan bagaimana hal itu bisa melindungi kesehatan mental mereka,” ujar Eni.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *