
SANGATTA — Batas waktu pendaftaran administrasi kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 kian menyempit. Dengan tenggat waktu entry by name dari panitia yang hanya tersisa sekitar delapan hari, tim Sekretariat Kontingen KONI Kutai Timur (Kutim) kini harus berpacu dengan waktu menginput data seluruh atlet, pelatih, dan ofisial.
Tingginya urgensi penyelesaian administrasi ini membuat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan, turun langsung melakukan inspeksi. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Porprov VIII Kutim tersebut memantau proses penginputan data hingga malam hari guna memastikan tidak ada kendala teknis, sekaligus menyuntikkan semangat kepada tim sekretariat yang terpaksa lembur mengejar target.
Kepala Sekretariat Kontingen KONI Kutim, Miswan, mengungkapkan bahwa tantangan utama saat ini adalah masih banyaknya cabang olahraga (cabor) yang belum melengkapi dokumen. Dari total 64 cabor yang akan diterjunkan oleh Kutim, baru kurang dari separuhnya yang sudah merampungkan berkas.
”Waktu kita sangat terbatas. Kami di sekretariat bersiaga dan menunggu hingga malam setiap harinya agar sisa cabor yang belum menyetorkan data bisa segera kami input ke dalam sistem,” tegas Miswan.

Sejauh ini, kedisiplinan administrasi baru ditunjukkan oleh 30 cabor yang telah terdaftar dalam sistem, meliputi: FPTI (Panjat Tebing), PBI (Bowling), POBSI (Biliar), PABERSI (Angkat Berat), Wushu, ICF (Sepeda), Akuatik, PERTINA (Tinju), Basket, FAJI (Arung Jeram), PSTI (Sepak Takraw), FTI (Triathlon), PKSI (Korfball), Muaythai, FOPI (Pentaque), PBFI (Binaraga), IWBA (Woodball), PESTI (Soft Tennis), PTMSI (Tenis Meja), ABTI (Bola Tangan), PCI (Cricket), FHI (Hockey), PBJI (Jujitsu), Hapkido, IODI (Dansa), PERGATSI (Gateball), PERKEMI (Kempo), FORKI (Karate), IKASI (Anggar), dan PGI (Gulat).
Sementara itu, 34 cabor lainnya dilaporkan masih berjibaku melengkapi persyaratan atlet dan ofisial mereka.
KONI Kutim terus mengimbau seluruh pengurus cabor yang belum menyetorkan kelengkapan berkas untuk segera bergegas. Tahapan entry by name ini merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar; keterlambatan input data dapat berdampak langsung pada keabsahan status atlet Kutai Timur untuk bertanding di ajang olahraga multievent terbesar di Kalimantan Timur tersebut. (ADV/Diskominfo Kutim)

