
SANGATTA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur yang jatuh pada 12 Oktober, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan pidato strategis dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan Pertama DPRD Kutim, kamis (08/10/2026). Dalam agenda tersebut, Bupati merefleksikan perjalanan daerah sekaligus merumuskan arah pembangunan untuk lima tahun ke depan.
Dalam pemaparannya, Ardiansyah membeberkan visi pembangunan Kutim periode 2025-2029 yang berfokus pada perwujudan “Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”. Untuk mencapai visi tersebut, Pemkab Kutim telah merancang 50 program unggulan yang menitikberatkan pada transformasi ekonomi di sektor non-tambang, seperti pertanian, pariwisata, industri pengolahan, kelautan, dan industri kreatif.
Guna mendukung transformasi tersebut, Pemkab Kutim menempatkan pendidikan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Dukungan fasilitas mulai terlihat dengan berdirinya asrama mahasiswa di dekat STIPER—hasil kolaborasi CSR dengan PT KPC. Selain itu, program vokasi (Diploma 1) terus didorong guna menjembatani masyarakat lokal dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan kelapa sawit.
“Keterampilan tenaga kerja lokal harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan, agar generasi muda di Kutai Timur memiliki kompetensi memadai dan bertindak sebagai pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton,” tegas Bupati.

Pemkab juga berkomitmen penuh di sektor pendidikan dasar dan menengah melalui penyediaan Beasiswa Kutim Tuntas, beasiswa bagi 1.000 hafidz/hafidzah, serta bantuan buku, seragam, dan sepatu sekolah gratis dari tingkat PAUD hingga SLTP. Langkah ini ditargetkan mampu menggenjot indikator Harapan Lama Sekolah menjadi 13,22 tahun pada 2025. Sementara di bidang kesehatan, Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Kutim juga mencatatkan tren positif, yakni menyentuh 74,87 tahun.
Di sektor infrastruktur, konektivitas masih menjadi tantangan yang terus dikebut. Pemerintah menargetkan jalan kabupaten dengan kondisi mantap meningkat menjadi 34,78% di tahun 2025. Akselerasi Pelabuhan Kenyamukan—yang berada di jalur ALKI II—juga menjadi kebijakan strategis untuk memperlancar arus barang logistik.
Tak hanya jalan, kualitas permukiman turut diperhatikan dengan program pembangunan 1.000 rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pemkab Kutim juga fokus meningkatkan layanan jaringan air bersih melalui pemanfaatan embung, khususnya di kawasan terluar yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Di bidang pertanian, upaya intensifikasi menunjukkan hasil menggembirakan. Tingkat produktivitas padi tetap stabil di kisaran 36,12 kuintal per hektare, yang sukses memproduksi 15.165 ton gabah (setara 8.821 ton beras) di 2025. Pemulihan juga terjadi di sektor peternakan, di mana populasi ayam ras pedaging kembali stabil di angka 811.500 ekor.
Kutai Timur saat ini juga bersiap menyambut gelombang investasi besar. Bupati mengungkapkan adanya proyek strategis industri gasifikasi batubara yang diproyeksikan memproduksi metanol pada tahun 2030, dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp41 triliun. Selain itu, investasi tambahan senilai Rp30 triliun diproyeksikan segera masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
”Jika digabungkan, total nilai investasi yang masuk ke Kutai Timur dalam 4 hingga 5 tahun ke depan akan mencapai Rp71 triliun,” ungkap Ardiansyah.
Menghadapi masuknya proyek raksasa tersebut, Bupati telah menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk proaktif menjalin komunikasi dengan berbagai perusahaan. Tujuannya adalah memastikan target penyerapan 50.000 tenaga kerja lokal dapat tercapai. Pemerintah juga akan mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melatih putra-putri daerah agar siap diserap pasar kerja industri.
Dalam penutupnya, Bupati menyadari bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menurunnya pendapatan daerah dari dana transfer pusat. Menyikapi hal itu, Ardiansyah menekankan pentingnya kolaborasi pendanaan lintas sektor mulai dari APBD, APBN, hingga dana CSR/TJSL perusahaan.
Pemkab Kutim juga berjanji akan merancang postur anggaran yang efisien dan berorientasi pada hasil (berbasis kinerja). “Efisiensi bukan sekadar penghematan, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat nyata dan berdampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat DPRD, dunia usaha, tokoh agama, adat, pemuda, nelayan, dan petani untuk senantiasa menjaga persatuan, kedamaian, dan semangat gotong royong demi membawa Kutai Timur ke tingkat pembangunan yang lebih maju.(ADV/Diskominfo Kutim)

