
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memasang target pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat pada 2027. Setelah pertumbuhan ekonomi daerah tercatat 1,05 persen pada 2025, target pada 2027 diarahkan berada pada kisaran 5,00 hingga 6,00 persen.
Target tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Kutai Timur yang disampaikan Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam pidato peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur di Rapat Paripurna DPRD Kutai Timur, Kamis (8/10/2026).
Pertumbuhan ekonomi 1,05 persen pada 2025 menjadi perhatian pemerintah karena struktur ekonomi Kutai Timur masih sangat dipengaruhi dinamika sektor-sektor berbasis sumber daya alam. Melalui Perubahan RKPD Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diarahkan pada kisaran 2,40 hingga 2,90 persen.
Selanjutnya, dalam RKPD Tahun 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 5,00 hingga 6,00 persen. Target tersebut diarahkan untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah.
Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kutai Timur harus semakin diperkuat oleh sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pariwisata, industri pengolahan dan sektor ekonomi produktif lainnya.
Pemerintah ingin sumber daya alam yang dimiliki daerah tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi ketika dieksploitasi. Lebih jauh, pengelolaan sumber daya harus mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Karena itu, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada pencapaian angka makro. Pemerintah juga menempatkan perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas masyarakat, penguatan ekonomi lokal dan pembukaan peluang investasi sebagai bagian dari kebijakan pembangunan.
Ardiansyah menyebut target ekonomi tersebut membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan masyarakat harus mengambil bagian dalam pembangunan.
Target pertumbuhan ekonomi juga ditempatkan dalam satu rangkaian dengan sasaran pembangunan lainnya. Pertumbuhan ekonomi diharapkan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, menekan kemiskinan dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kutai Timur.(ADV/Diskominfo Kutim)

