
SANGATTA – Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi warisan budaya sebagai pilar utama pembangunan daerah. Menurut beliau, suatu bangsa hanya dapat disebut besar apabila ia menghargai sejarah dan budayanya sendiri.
Pesan ini disampaikan Bupati Ardiansyah saat menghadiri dan memberikan apresiasi pada puncak kemeriahan Festival Magic Land Kutai Timur (Kutim) ke-2 Tahun 2025 di Lapangan Polder Ilham Maulana, Jumat (14/11/2025) malam. Malam tersebut ditandai dengan pengumuman pemenang Lomba Kirab Budaya dan penganugerahan Anugerah Kebudayaan.
Kehadiran Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menambah khidmat suasana penghargaan yang disaksikan ribuan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara dan, yang terpenting, kepada dedikasi para pelaku seni dan budaya di Kutim.
Beliau menekankan bahwa Kutim, yang dikenal sebagai daerah heterogen dengan kekayaan alam yang melimpah, memiliki tanggung jawab besar. “Kita harus memastikan bahwa pelestarian budaya berjalan seiring dan sejalan dengan pesatnya perkembangan pembangunan daerah,” tegasnya.
Malam puncak Festival Magic Land menjadi momen puncak apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, membacakan pengumuman juara Lomba Kirab Budaya 2025 yang terbagi dalam tiga kategori.
- Kategori PD/Kecamatan/Desa: Juara I berhasil diraih oleh Badan Pendapatan Daerah Kutai Timur (nilai 1.032).
- Kategori Paguyuban Seni Budaya dan Adat: Juara I diraih oleh Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kutai Timur (nilai 1.008).
- Kategori Umum: Juara I diraih oleh Senam Bugar Happy Lansia (nilai 1.000).
Selain itu, malam tersebut juga menjadi panggung bagi Penerima Anugerah Kebudayaan Kutim Tahun 2025, yang merupakan hasil visitasi Tim Kebudayaan. Penghargaan ini diberikan kepada individu-individu yang berdedikasi tinggi dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya daerah, termasuk kreator seni tari, pelestari bahasa dan sastra, kreator seni rupa, pelestari seni musik, pelestari wastra, hingga generasi muda berbudaya.
Penghargaan ini, seperti disampaikan Padliansyah, merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan budaya di Kutim, sejalan dengan visi Bupati untuk menjadikan keberagaman budaya sebagai kekuatan yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Festival Magic Land Kutim 2025 telah berhasil mengukuhkan posisinya sebagai wadah vital untuk mengapresiasi dan memperkuat ekosistem kebudayaan di Kutai Timur.(ADV/KOM)

