Berita

Bupati Ardiansyah Sulaiman: Festival Magic Land Cermin Sejarah Panjang Kutim, Minta Budaya Jadi Kontribusi Nasional

381
×

Bupati Ardiansyah Sulaiman: Festival Magic Land Cermin Sejarah Panjang Kutim, Minta Budaya Jadi Kontribusi Nasional

Share this article

SANGATTA – Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka Festival Magic Land Kutim ke-2 Tahun 2025 pada malam yang meriah di Lapangan Polder Ilham Maulana, Jumat (14/11/2025). Dalam pidato pembukaannya, Bupati tidak hanya memuji gemerlap acara, tetapi juga menegaskan kembali bahwa budaya adalah inti dari identitas dan kekuatan daerah.

Ditemani Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim Padliansyah dan unsur Forkopimda, Bupati Ardiansyah menyoroti kedalaman sejarah yang dimiliki Kutim, melampaui citranya sebagai daerah kaya sumber daya alam.

Bupati Ardiansyah mengingatkan bahwa Kabupaten Kutim memiliki jejak sejarah yang sangat tua. “Kawasan kita telah menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah bangsa,” ujarnya.

Beliau menyinggung temuan penting mengenai sejarah kehidupan manusia purba di Kalimantan Timur, yang diperkirakan berusia 10.000 tahun sebelum Masehi. Temuan bersejarah ini, menurut beliau, harus menjadi pengingat bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya.”

Sejalan dengan fakta tersebut, Bupati meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), khususnya Bidang Kebudayaan, untuk terus melakukan penggalian, penelitian, dan publikasi khazanah sejarah serta kebudayaan Kutim. Tujuannya adalah agar kekayaan ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kebudayaan nasional.

Festival Magic Land, yang digagas Disdikbud, diangkat sebagai wujud nyata dari upaya pemerintah merawat dan memajukan budaya lokal. Tahun ini, pembukaan dimeriahkan dengan pertunjukan unggulan “The Soul of Magicland Kutim”, sebuah garapan tari modern-enerjik yang memadukan tradisi pesisir dan pedalaman, mencerminkan keharmonisan suku dan budaya di Kutim.

“Melalui seni tari, musik, dan karya kreatif lainnya, kita ingin menunjukkan bahwa Kutim bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya identitas budaya dan talenta,” ungkap Bupati.

Beliau berharap Festival Magic Land dapat menjadi ruang perjumpaan, apresiasi, dan regenerasi bagi pelestarian budaya daerah. “Semoga kegiatan ini memperkuat jati diri budaya kita dan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” tutupnya.

Sebelumnya, Kabid Kebudayaan Padliansyah melaporkan bahwa Festival Magic Land merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang ditargetkan menjadi ikon budaya Kutim. Rangkaian acara budaya ini akan berlanjut hingga akhir bulan, meliputi Pameran Sejarah Budaya Islam, Festival Pesona Budaya, dan Festival Musik Anti Narkoba.(ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *