Berita

Penguatan Ekonomi Lokal: Petani Kutai Timur Dorong Kemandirian Melalui Hilirisasi Kakao

353
×

Penguatan Ekonomi Lokal: Petani Kutai Timur Dorong Kemandirian Melalui Hilirisasi Kakao

Share this article

KUTAI TIMUR – Sektor perkebunan di Kutai Timur (Kutim) kini memasuki era baru yang berfokus pada kemandirian ekonomi petani melalui strategi hilirisasi komoditas kakao. Program ini diinisiasi untuk mengatasi masalah klasik rendahnya nilai jual akibat mayoritas petani hanya menjual kakao dalam bentuk biji kering.

Plt Kepala Bidang Usaha Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Dinas Perkebunan Kutim, Aminudin Azis, menjelaskan bahwa pemerintah daerah secara berkelanjutan memperkuat posisi petani dengan menyediakan bantuan sarana pengolahan modern. Langkah ini merupakan kebijakan strategis untuk menggeser orientasi dari sekadar produsen bahan mentah menjadi penghasil produk olahan bernilai jual tinggi.

“Hilirisasi adalah kunci. Kami berupaya agar petani tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi berlipat,” ujar Aminudin Azis. “Dampaknya akan langsung terasa pada peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.”

Bantuan yang disalurkan mencakup alat pascapanen, mulai dari mesin fermentasi, pengering, hingga peralatan pengolahan lanjutan. Dengan fasilitas ini, kelompok tani di Kutim kini memiliki kapasitas untuk memproduksi kakao dengan standar mutu yang lebih baik, bahkan mengolahnya menjadi produk turunan seperti bubuk kakao atau produk siap konsumsi lainnya.

Selain dukungan perangkat keras, Dinas Perkebunan juga memastikan adanya pendampingan teknis komprehensif. Pendampingan ini meliputi pelatihan standar mutu produk, perluasan akses pemasaran, hingga proses sertifikasi.

Aminudin Azis menegaskan, keberhasilan pola ini pada kakao akan segera direplikasi ke komoditas perkebunan utama lainnya, termasuk karet, aren, dan kelapa.

“Jika rantai hilir dikuasai oleh petani, pertumbuhan ekonomi di tingkat desa akan terakselerasi. Inilah cita-cita yang sedang kami wujudkan,” tutupnya.

Program penguatan hilirisasi dan bantuan peralatan ini diharapkan mampu menciptakan diversifikasi produk yang signifikan, meningkatkan daya saing, dan secara optimal memaksimalkan potensi besar dari sektor perkebunan Kutai Timur. (Adv/Kom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *